The Art of Interviewing & Interrogation

Workshop Wawancara Terfokus
The Art of Interviewing & Interrogation
Rp 2.850.000,- (Early bird Rp 2.600.000,-)
Diskon 10% bagi perusahaan yang mengirimkan 2 orang atau lebih
13 – 14 Oktober 2008

——————————————————————————–

Profesi Penegakan Hukum, Pengawasan Internal Perusahaan, Pengamanan
Perusahaan, Reporter/ Wartawan, Pencari fakta, interrogator, investigator,
Auditor, Interviewer, HR seringkali dihadapkan pada proses pencarian
informasi melalui wawancara kepada para interviewee seperti para korban,
pelaku, tersangka dan saksi-saksi untuk menggali dan menggambarkan
fakta-fakta yang sebenarnya.

Seringkali para pihak tersebut mengalami kesulitan dalam menggali fakta
dan data yang sebenarnya yang disebabkan oleh beberapa factor:

A. Fakta dari lapangan :
– Metode dan teknik interogasi yang lebih berdasar pada tekanan
dan konfrontasi.
– Metode konfrontasi dan penekanan menjadi tidak produktif dan
seringkali terjadi penyangkalan atas sesuatu karena dalam situasi yang
menekan.

B. Mengapa harus terus menerapkan metode yang demikian padahal hasilnya
tidak efektif?
– Fakta : Seringkali yang akan dihadapi adalah bukanlah orang
yang pertama kalinya melakukan pelanggaran hukum yang mungkin sekali sudah
terlibat dalam tindakan pelanggaran
yang berkali-kali (multiple) dan sudah seringkali diinterview
dan diinterogasi dengan cara yang sama, sehingga mereka sudah
menjadi kebal dan mengetahui teknik dan cara menghindar
yang efektif dari proses tersebut.
– Fakta : Trik-trik, Paksaan, Skenario, dan teknik-teknik
konforntasi yang lain hanya efektif pada pertama kali wawancara dilakukan
pada seseorang.
– Fakta : Wawancara yang nonkonfrontasi justru lebih berhasil
mengungkap fakta dan data.

C. Pertimbangkanlah hasil kajian ini:
– Tidak lebih dari 40% tingkat keberhasilan dari metode interogasi
yag konfrontasi untuk menggali informasi untuk memperoleh kesaksian atau
kejadian.
– Kebanyakan para praktisi hanya memperoleh kursus wawancara
konfrontasi tidaklah lebih dari 4 jam efektif.
– Kebanyakan (60%) institusi pendidikan yang menghasilkan praktisi
termaksud tidak mengajarkan teknik interogasi dan wawancara.
– Ketika mengadakan wawancara untuk mengidentifikasi jawaban yang
tidak benar (bohong) dengan memperhatikan bahasa tubuh yang kurang baik.
– Para praktisi mengandalkan kemampuan membaca bahasa tubuh untuk
mengidentifikasi kebohongan dan deception.
– Setidak-tidaknya 50% teknik wawancara dan interogasi yang
diajarkan pada para praktisi tidak akurat dan produktif untuk memperoleh
hasil informasi yang sebenarnya.

D. Apa itu Wawancara Terfokus?
Metode ini dikembangkan oleh Chip Morgan yang telah berpengalaman lebih
dari 30 tahun dalam melakukan teknik interogasi dan wawancara yang
konfrontatif, dari pengalaman praktis itulah beliau melihat hal-hal yang
tidak produktif dalam teknik-teknik tersebut dan mulai mengembangkan
wawancara terfokus ini. Pepatah yang menarik dari Chip Morgan : " You
deserve to know how to easily conduct interviews, without making my early
mistakes".

E. Apa hasilnya dari workshop ini :
– Untuk menjadi pewawancara yang baik maka Praktisi harus menjadi
"Pendengar yang Baik" dan ternyata tidak mudah menjadi "Good Listener".
– Mengetahui teknik-teknik yang dapat menggali fakta-fakta kunci
dengan mengenali kepribadian pemberi informasi untuk memperoleh kebenaran
(unlock the truth)
– Praktisi akan belajar bagaimana berbicara dengan orang lain
dengan nyaman, menggali informasi kemudian memeriksa kembali informasi
dengan silang informasi untuk memperoleh
informasi dan fakta yang benar.
– Bagaimana menciptakan suasana agar pemberi informasi merasa
terlindungi oleh pewawancara yang mempunyai kepedulian terhadapnya.
– Mempelajari proses peningkatan kepercayaan pemberi informasi pada
pewawancara, dan tinggal menunggu kesaksian yang sebenarnya.
– Mempelajari teknik pengujian data dan informasi yang benar secara
rinci, urutan kejadian dan teknik lainnya.
– Mempelajari pengunaan piranti lunak deteksi kebohongan (Truster
Software) untuk mendeteksi jawaban dari pemberi informasi.

F. Aplikasi
Teknik ini bisa diaplikasikan untuk area:
– HRD
– Penegakan hukum
– Pengawasan Internal Perusahaan
– Pengamanan Perusahaan
– Reporter/ Wartawan,
– Pencari fakta,
– interrogation
– investigation,
– Audit,
– Interview

G. Para Peserta
Profesi Penegakan Hukum, Pengawasan Internal Perusahaan, Pengamanan
Perusahaan, Reporter/ Wartawan, Analis Kredit, Pencari Kebenaran
Informasi, interrogator, investigator, Auditor, Interviewer, HRD dlsbnya.

H. Metode Workshop
Pelatihan ini adalah 14 jam efektif (dua hari), selain tutorial, diskusi,
maka para peserta akan bermain peran untuk memperoleh secara praktikal
bagaimana metode ini dipraktekkan. Setiap peserta akan melakukan
wawancara dengan metode ini dan direkam melalui video untuk kemudian
dibahas untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang sudah dimiliki untuk
proses perbaikan dikemudian hari. Oleh karenanya setiap batch para peserta
terbatas untuk 20 orang saja.

NO ACCOUNT
BCA – KCP Ahmad Yani –
No. Rek : 739 041 0829 a/n Bahari Antono

Investasi
Rp. 2.850.000,- / Orang
Early bird Rp. 2.600.000,- / orang ( sebelum tanggal 9 oktober 2008 )

Venue
Salah satu hotel di Jakarta

INFORMATION & REGISTRATION
Ms Rani Kartika

Hotline
08788-1000-100
0815 1049 0007
021-70692748

——————————————————————————–

Form Pendaftaran The Art of Interviewing & Interrogation – 13-14 Oktober 2008
Name: ……………………
Company: ………………
Address: ………………..
Phone/HP: ……………..
E-mail: …………………..
Date of Transfer: ……..

——————————————————————————–

setelah diisi mohon di email ke event@hrd-forum.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: