PENGIKUT MULIA

PENGIKUT MULIA

 

“Jangan pernah menengok ke belakang, karena menengok ke belakang membuatmu jadi lemah. Aku sudah membakar semua kereta yang mengangkut kita, tidak ada jalan kembali kecuali sebuah kemenangan”, teriak Panglima penuh semangat. Tangannya terus mengepal dan meninju keatas. “Tidak ada yang menghalangi kita kecuali ketakutan kita sendiri, tidak ada lawan yang berat kalau kita bisa menaklukkan diri kita sendiri. Jangan pernah berfikir mundur adalah sebuah pilihan, mari maju dan hancurkan musuh.”, Panglima  menunjuk kedepan. Sebuah bukit besar dimana dibalik bukit tersebut sudah menunggu ribuan musuh dengan persenjataan lengkap.

 

Seorang Tamtama yang berbaris paling depan menyela dengan sedikit ragu-ragu,

“Wahai Panglima, apa yang kita dapatkan setelah kemenangan kita raih?”

 

“Harta benda yang sangat banyak, kekuasaan dan pengaruh yang semakin luas”, jawab panglima dengan mantap.

 

“Bukankah harta kita sudah sangat banyak, kekuasaan kita sudah melebihi separuh daratan dan separuh lautan, bahkan sudah lebih dari 12 tahun kita bergerak dari satu negara ke negara yang lain untuk sebuah penaklukan, kita selalu menang dan mendapatkan laksaan harta rampasan dan ratusan pengakuan.”, Tamtama mencoba mengungkapkan sudut pandang yang lain.

 

“Tamtama !!!, jangan engkau menurunkan motivasi kita untuk berperang, kita harus terus maju, mengalahkan semua musuh dan menyatukan dunia. Bangkitkan api dalam dirimu dan mari lanjutkan berperang”, perintah sang panglima lantang.

 

“Panglima, aku mencintai kamu dan aku akan selalu menaati perintahmu. Perkenankan aku memberikan pendapat. Kalau kita selalu saja berperang dan mengumpulkan harta, menaklukkan negara-negara lain untuk sebuah kekuasaan maka kita hanya membuat tonggak-tonggak pertanda sebuah kekuasaan. Kita tidak pernah memaknai apa yang kita lakukan, apalagi menikmatinya. Kalau kita berperang dan tidak mengerti apa yang kita lakukan setelah menang maka hal itu sekedar memenuhi sebuah kedahagaan”.

 

Perlahan tapi pasti tamtama mendekati panglima.

“Tuanku, tidakkah lebih baik kita duduk sebentar untuk berfikir, kalau kita besok menang perang lagi apa yang akan kita lakukan selain berperang lagi”

 

Panglima nampak duduk termangu diatas kudanya.

 

Sang tamtama melanjutkan  ucapannya.

‘Wahai Panglima yang perkasa, kenapa kita tidak berani untuk mulai mencari makna. Setelah kita menang maka kita ciptakan kesejahteraan untuk daerah yang baru kita  taklukkan. Kita tidak merampas hartanya tetapi justru memberikan sebagian harta kita yang sudah sangat berlimpah ruah untuk kesejahteraan mereka”.

 

Panglima menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Bagaimana mungkin ? lama-lama harta kita akan habis ?”

 

Tamtama tersenyum penuh makna.

“Bukankah semua yang kita miliki akan habis juga atau kita akan tinggalkan. Kalau kita memanfaatkan untuk kebaikan, tentu saja itu akan menjadi prasasti yang luar biasa dan diingat manusia sampai kapanpun. Melalui kebaikan harta dan kekuasaan akan berlipat ganda, meski semuanya bukan kita yang memanfaatkannya. Kehidupan menjadi memiliki makna dan peperangan akan memiliki jiwa.”

 

Panglima menghela nafas panjang dan penuh tanda tanya. “Kalau semuanya akan kita bagi untuk orang lain mengapa kita mesti berperang ?”

 

Tamtama sekali lagi melemparkan senyum ketaatan dan ketulusannya, ‘Tuanku, itulah pertanyaan yang selalu menggelayuti fikiran saya selama 12 tahun mengikuti Tuanku berperang. Sebuah pertanyaan yang hadir dalam setiap langkah saya , mengapa kita mesti berperang jika setelah menang perang maka kita akan berperang lagi”.

 

Panglima mengangkat tangannya keatas lalu turun kesamping bahu, sebuah pertanda bahwa semua pasukannya diminta untuk beristirahat.

 

Selamat menjalani hari dengan penuh rahmat.

‘Untuk apa berpuasa kalau setelah puasa kita berlomba lagi membuat dosa”

 

Rgrds,

Cahyana Puthut Wijanarka

www.peopledeveloppeople.com

__._,_.___

=====================================================================
5th TCI Anniversary

Info TCI:
LF TCI Jabodetabek:
   
LF TCI Surabaya:

LF TCI Semarang:

LF TCI Bandung:

=====================================================================
Dengan milis TCI… Anda dapat saling sharing pengetahuan & pengalaman, diskusi, maupun "menuai" berbagai informasi lainnya yang telah "ditabur" oleh rekan-rekan pengguna milis untuk pengembangan diri sebagai seorang Trainer.

Jangan lupa kunjungi Website Kita di http://trainersclub.or.id
==========================================================================
Setting Email (send blank email to):
Subscribe (Daftar)              : Trainersclub-subscribe@yahoogroups.com
Unsubscribe (Keluar dari Milis)      : Trainersclub-unsubscribe@yahoogroups.com
Tidak mau menerima Email      : Trainersclub-NOMAIL@yahoogroups.com
Kembali ke menerima email           : Trainersclub-normal@yahoogroups.com
Hanya Menerima email harian        : Trainersclub-digest@yahoogroups.com
Kirim email ke Milis              : Trainersclub@yahoogroups.com
Kirim email Owner/ Moderator    : Trainersclub-owner@yahoogroups.com
==========================================================================

Recent Activity

Visit Your Group

Y! Sports for TV

Access it for free

Get Fantasy Sports

stats on your TV.

Yahoo! Finance

It’s Now Personal

Guides, news,

advice & more.

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

.


__,_._,___

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: